Selasa, 06 Oktober 2015

Membuat Database di Mysql menggunkan ComandPrompt (CMD)



Membuat Database di Mysql menggunkan ComandPrompt (CMD)





Membuat Database merupakan langkah yang selalu dilakukan pada saat kita akan membuat sebuah aplikasi yang terigrasi dengan database. database sendiri digunakan untuk menyimpan data .





Kegunaan Database




  1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi

  2. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.

  3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)

  4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data

  5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data

  6. Menyusun format yang standar dari sebuah data.

  7. Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).

  8. Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.

  9. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.





Banyak tools yang bisa digunakan untuk membuat database. pada kesempatan kali ini saya akan membahas untuk membuat database di mysql dengan menggunakan cmd.


berikut langkah-langkahnya :





1. Buka Control Panel Xampp (Start - All Program- Xampp)


2. Pastikan Apache dan MySQL Running







3. Masuk ke CMD dan Tuliskan Script berikut :


cd ..


cd ..   


cd xampp


cd mysql


cd bin


mysql -u root










4. Bila berhasil ada bacaan 'Welcome to MySQL monitor'. Okeh Kita Lanjutkan dengan databasenya


5. Create database penjualan;


6. Use penjualan;






7. Lalu kita membuat Tabel dari database tersebut :


8. Create table barang (


Kode Varchar (5) Not Null,


Nama Varchar (20) Not Null,


Harga Integer Not Null,


Primary key (Kode)


);







9. Kita akan membuat isi dari Tabelnya :


Insert into barang (Kode, Nama, Harga) Values ("001","Indomie Goreng","2000");


10. Bila ingin melihat Hasilnya : Select*From barang;







11. Bila ingin membuat isinya banyak, Ulangi langkan No.10 tetapi 001 diganti menjadi 002 karna tadi kita mengkasi Primary Key di Kode.





TAMBAHAN





*Disini saya sudah membuat 3 isi dari tabel tersebut*





1. Melihat Hasil : Select*From barang; 


2. Melihat Tabel : Show Tables;


3. Melihat Struktur Pembuatan : Desc barang;


4. Menambah Field : Alter table barang add Jumlah Integer Not Null; 


*Bila ingin mengisi datanya gunakan sama sepertinya No.8*







5. Merubah Nama Field : Alter table barang change Nama Nama_Barang varchar(20) not null;







6. Merubah Isi Field : Update barang set Nama_Barang="Shampo" where kode="001";







7. Menghapus Satu Barisan : Delete from barang where kode="001";







8. Menghapus Table : Drop barang;


9. Menghapus Database : Drop enjualan;





Semoga Bermanfaat.


http://bloger-tkj-dos-q28.blogspot.co.id


Sabtu, 12 April 2014

Membuat Database di Microsoft Access 2013






Bagaimana Membuat Database dengan Microsoft Access 2013?




Create Database Access 2013



Microsoft Access adalah aplikasi adalah sebuah program aplikasi basis data komputerrelasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, danMicrosoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.





Pada posting kali ini saya akan membahas tentang pembuatan database dengan menggunakan microsoft access 2013. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :





1. Buka Aplikasi Microsoft Access 2013 --> lalu pilih Blank Dekstop Database (lihat gambar1)







Gambar 1

2. Beri Nama Database (Gambar2)






Gambar 2

 3. Tentukan Lokasi penyimpanan database --> lalu pilih Create (Gambar 3-5)






Gambar 3






Gambar 4






Gambar 5

4. Database sudah dibuat, selanjutnya kita buat tabelnya.

5. Pada Panel kiri, Klik kanan pada table1 --> lalu pilih Design View (Gambar 6)

 




Gambar 6

 6. Beri nama Tabelnya, Lalu klik OK (Gambar 7)






Gambar 7

 7. Lalu tentukan field pada tabel tersebut (Gambar 8)






Gambar 8

 8. Selanjutnya Isi Field pada tabel tersebut (Gambar 9)






Gambar 9






Gambar 10

9. Database dan Tabel berhasil dibuat.



Demikian Tutorial membuat Database dengan Microsoft Access 2013. semoga bermanfaat.

Untuk TutorialVideonya, silahkan Lihat videonya dibawah ini :









Fungsi DBMS(Databases Management System)


Fungsi DBMS?

Apa sih sebenarnya fungsi dari DBMS?









DBMS(Database Management System) adalah sebuah aplikasi yang dapat mengelola data dan sebagai interface untuk memberikan kemudahan bagi seseorang dalam melakukan manipulasi terhadap database. Namun banyak orang yang masih bingung antara database dengan DBMS sendiri, padahal keduanya berbeda, pada artikel ini kita akan membahas mengenai fungsi DBMS.


Ada setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara integritas data dalam suatu sistem.

1. Menjaga Integritas Data

DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai dengan data aslinya.

2. Penyimpanan Data (Data Storage Management)

DBMS memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video dan gambar. Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data disimpan atau dimanipulasi. DBMS telah memiliki prosedur dalam proses ini dan memastikan data yang disimpan adalah sesuai dengan data yang dimasukkan.

3. Kamus Data

DBMS memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database dan bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya. Ketika sistem membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan memberikan kemudahan melalui SQL untuk mengakses dan mencari data tersebut. Sehingga pengguna dapat dengan mudah menangani hal tersebut.

4. Transformasi dan Penyajian Data

Peran DBMS sebagai transformasi dan penyajian data antara lain adalah mengkonversi setiap data yang dimasukkan pada struktur dan format yang telah ditentukan. Dengan demikian DBMS dapat membedakan format data logical dan bentuk physicalnya.

5. Keamanan Data

DBMS memiliki peran penting bagaimana tingkat keamanan dalam database tersebut. DBMS berperan bagaimana memberikan hak akses pada orang yang sesuai. Selain itu DBMS juga bertugas mengatur apa saja yang dapat dilakukan oleh user tersebut pada sebuah database.

6. Memungkinkan Akses Beberapa User

DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah database, hal ini akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu sesuai dengan role dan fungsinya.

7. Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery

DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang dimiliki masing masing DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang berkepentingan ketika terjadi sesuatu pada databasenya seperti kerusakan dan bencana alam.

8. Menyediakan bahasa akses dan pemogramman

DBMS menyediakan SQL untuk melakukan manipulasi dan membuat skema pada database yang dikenal dengan DML dan DDL. Dengan bahasa ini seorang DBA dapat dengan mudah memasukkan, mengambil, menghapus, dan mengubah data yang ada di database dengan memanfaatkan interface yang disediakan.

9. Menyediakan interface untuk komunikasi

DBMS menyediakan interface untuk melakukan komunikasi antara database yang satu dengan yang lainnya. Selain itu juga dapat memudahkan komunikasi antara database dengan tool lainnya seperti browser.

10. Manajemen Transaksi

DBMS menyediakan mekanisme dalam mengatur transaksi dan perintah yang disampaikannya untuk memastikan konsistensi data. Sebagai contoh, ketika DBA a mengakses dan melakukan penghapusan Data, pada saat yang bersamaan maka jika ada user yang mengakses data tersebut maka akan di pending sampai data telah terhapus.






Fungsi DBMS Dalam Suatu Sistem

Fungsi DBMS dalam suatu sistem bisa dikatakan sangat vital, bagaimana seluruh sistem menggantungkan kinerjanya pada sebuah DBMS. Jika suatu sistem sedang down, sebenarnya yang menjadi masalah bukan hanya web server atau server aplikasi itu saja, kebanyakan yang bermasalah adalah DBMS itu sendiri. Seorang DBA merupakan orang yang bertugas mengatur dan menjaga database melalui DBMS yang ia kuasai, hal ini termasuk normalisasi database, performance, dan keamanan database.





source : blogging.co.id


 
Newbie-Sederhana. Copyright ©2012 | Template by Blogger Templates Designer Published..Blogger Templates