Rabu, 02 Desember 2015

Membuat Halaman WEB JSP (Tampil Data dari Database JDBC)


Tutorial Video membuat halaman WEB JSP menampilkan data dari Database JDBC




Senin, 30 November 2015

Koneksi Tomcat dengan Netbeans (JSP)


Koneksi Tomcat dengan Netbeans







Selasa, 06 Oktober 2015

Membuat Database di Mysql menggunkan ComandPrompt (CMD)



Membuat Database di Mysql menggunkan ComandPrompt (CMD)





Membuat Database merupakan langkah yang selalu dilakukan pada saat kita akan membuat sebuah aplikasi yang terigrasi dengan database. database sendiri digunakan untuk menyimpan data .





Kegunaan Database




  1. Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi

  2. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.

  3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)

  4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data

  5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data

  6. Menyusun format yang standar dari sebuah data.

  7. Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).

  8. Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.

  9. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.





Banyak tools yang bisa digunakan untuk membuat database. pada kesempatan kali ini saya akan membahas untuk membuat database di mysql dengan menggunakan cmd.


berikut langkah-langkahnya :





1. Buka Control Panel Xampp (Start - All Program- Xampp)


2. Pastikan Apache dan MySQL Running







3. Masuk ke CMD dan Tuliskan Script berikut :


cd ..


cd ..   


cd xampp


cd mysql


cd bin


mysql -u root










4. Bila berhasil ada bacaan 'Welcome to MySQL monitor'. Okeh Kita Lanjutkan dengan databasenya


5. Create database penjualan;


6. Use penjualan;






7. Lalu kita membuat Tabel dari database tersebut :


8. Create table barang (


Kode Varchar (5) Not Null,


Nama Varchar (20) Not Null,


Harga Integer Not Null,


Primary key (Kode)


);







9. Kita akan membuat isi dari Tabelnya :


Insert into barang (Kode, Nama, Harga) Values ("001","Indomie Goreng","2000");


10. Bila ingin melihat Hasilnya : Select*From barang;







11. Bila ingin membuat isinya banyak, Ulangi langkan No.10 tetapi 001 diganti menjadi 002 karna tadi kita mengkasi Primary Key di Kode.





TAMBAHAN





*Disini saya sudah membuat 3 isi dari tabel tersebut*





1. Melihat Hasil : Select*From barang; 


2. Melihat Tabel : Show Tables;


3. Melihat Struktur Pembuatan : Desc barang;


4. Menambah Field : Alter table barang add Jumlah Integer Not Null; 


*Bila ingin mengisi datanya gunakan sama sepertinya No.8*







5. Merubah Nama Field : Alter table barang change Nama Nama_Barang varchar(20) not null;







6. Merubah Isi Field : Update barang set Nama_Barang="Shampo" where kode="001";







7. Menghapus Satu Barisan : Delete from barang where kode="001";







8. Menghapus Table : Drop barang;


9. Menghapus Database : Drop enjualan;





Semoga Bermanfaat.


http://bloger-tkj-dos-q28.blogspot.co.id


Senin, 21 April 2014

Form, dan Perbedaan Methode POST dan GET



Salam Bloger TKJ,


Form adalah?


kali ini saya akan membahas tentang penggunaan form dan methode yang digunakannya. untuk lebih jauhnya saya bahas sebagai berikut:


Form adalah sebuah tag HTML yang di fungsikan untuk melakukan pengiriman data dari client side menuju server side untuk di olah dan akan di kembalikan ke sisi client side jika di perlukan, tergantung dari fungsi website tersebut….


Pengiriman data pada FORM dapat melalui dua buah cara yaitu GET dan POST.


Get adalah metode pengiriman data menggunakan query string, jadi seluruh nilai pada form anda akan di kirim ke sisi server/file dan nilai dari form anda akan tampil pada barus URL/ Address bar
contoh,
http://www.namadomain.com/file.php?nama=ian+lubis&alamat=denpasar


file.php adalah file yang menerima dari nilai query string, dan disana terdapat dua buah variable “nama” dan “alamat”, setiap varibale GET selalu di akhiri dengan tanda =, hal ini bertujuan untuk mengisikan nilai dari variable tersebut.


Contoh penulisan untuk mengambil nilai dari query string adalah :






1



<?php echo $_GET[nama_variable]; ?>






Metode lain adalah
POST, post sendiri mengirimkan data ke sisi lain/ file namun tidak menampilkan nilai dari form pada address bar seperti GET/ Query String.





Untuk penjelasan lebih lengkapnya materi tentang form dan methode yang digunakanya dapat di download melalui link dibawah ini:






Download Materi





Sabtu, 12 April 2014

Membuat Database di Microsoft Access 2013






Bagaimana Membuat Database dengan Microsoft Access 2013?




Create Database Access 2013



Microsoft Access adalah aplikasi adalah sebuah program aplikasi basis data komputerrelasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, danMicrosoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.





Pada posting kali ini saya akan membahas tentang pembuatan database dengan menggunakan microsoft access 2013. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :





1. Buka Aplikasi Microsoft Access 2013 --> lalu pilih Blank Dekstop Database (lihat gambar1)







Gambar 1

2. Beri Nama Database (Gambar2)






Gambar 2

 3. Tentukan Lokasi penyimpanan database --> lalu pilih Create (Gambar 3-5)






Gambar 3






Gambar 4






Gambar 5

4. Database sudah dibuat, selanjutnya kita buat tabelnya.

5. Pada Panel kiri, Klik kanan pada table1 --> lalu pilih Design View (Gambar 6)

 




Gambar 6

 6. Beri nama Tabelnya, Lalu klik OK (Gambar 7)






Gambar 7

 7. Lalu tentukan field pada tabel tersebut (Gambar 8)






Gambar 8

 8. Selanjutnya Isi Field pada tabel tersebut (Gambar 9)






Gambar 9






Gambar 10

9. Database dan Tabel berhasil dibuat.



Demikian Tutorial membuat Database dengan Microsoft Access 2013. semoga bermanfaat.

Untuk TutorialVideonya, silahkan Lihat videonya dibawah ini :









Basis Data (Database)


Basis Data adalah?

Basis data dan Database









Basis Data atau yang dikenal dalam bahasa inggris yaitu Database adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit.





Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system | DBMS). DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk memelihara, mengontrol, dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS. Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS yaitu mengolah pendefinisian data, dapat menangani permintaan pemakai untuk mengakses data, memeriksa sekuriti dan integriti data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator), menangani kegagalan dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun disk, dan menangani unjuk kerja semua fungsi secara efisien.





Tujuan utama dari DBMS adalah untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada user (pengguna). Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana data disimpan, dipelihara, dan tetap dapat diambil (akses) secara efisien. Pertimbangan efisien di sini adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks tetapi masih tetap bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa mengetahui kompleksitas strukturnya.



Dilihat dari jenisnya, basis data dibagi menjadi dua yaitu:

Basis data flat-file. 



Basis data flat-file ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah. Pada dasarnya, mereka tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. Basis data flat-file baik digunakan untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk menyimpan data semacam itu. Salah satu masalah menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi.





Basis data relasional. 




Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata "relasional" berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang berada di basis data dapat dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan karena keunggulannya. Beberapa kelemahan yang mungkin dirasakan untuk basis data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi dan proses pencarian informasi yang lebih lambat karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel.





sumber : wikipedia dan terasmedia



Fungsi DBMS(Databases Management System)


Fungsi DBMS?

Apa sih sebenarnya fungsi dari DBMS?









DBMS(Database Management System) adalah sebuah aplikasi yang dapat mengelola data dan sebagai interface untuk memberikan kemudahan bagi seseorang dalam melakukan manipulasi terhadap database. Namun banyak orang yang masih bingung antara database dengan DBMS sendiri, padahal keduanya berbeda, pada artikel ini kita akan membahas mengenai fungsi DBMS.


Ada setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara integritas data dalam suatu sistem.

1. Menjaga Integritas Data

DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai dengan data aslinya.

2. Penyimpanan Data (Data Storage Management)

DBMS memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video dan gambar. Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data disimpan atau dimanipulasi. DBMS telah memiliki prosedur dalam proses ini dan memastikan data yang disimpan adalah sesuai dengan data yang dimasukkan.

3. Kamus Data

DBMS memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database dan bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya. Ketika sistem membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan memberikan kemudahan melalui SQL untuk mengakses dan mencari data tersebut. Sehingga pengguna dapat dengan mudah menangani hal tersebut.

4. Transformasi dan Penyajian Data

Peran DBMS sebagai transformasi dan penyajian data antara lain adalah mengkonversi setiap data yang dimasukkan pada struktur dan format yang telah ditentukan. Dengan demikian DBMS dapat membedakan format data logical dan bentuk physicalnya.

5. Keamanan Data

DBMS memiliki peran penting bagaimana tingkat keamanan dalam database tersebut. DBMS berperan bagaimana memberikan hak akses pada orang yang sesuai. Selain itu DBMS juga bertugas mengatur apa saja yang dapat dilakukan oleh user tersebut pada sebuah database.

6. Memungkinkan Akses Beberapa User

DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah database, hal ini akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu sesuai dengan role dan fungsinya.

7. Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery

DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang dimiliki masing masing DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang berkepentingan ketika terjadi sesuatu pada databasenya seperti kerusakan dan bencana alam.

8. Menyediakan bahasa akses dan pemogramman

DBMS menyediakan SQL untuk melakukan manipulasi dan membuat skema pada database yang dikenal dengan DML dan DDL. Dengan bahasa ini seorang DBA dapat dengan mudah memasukkan, mengambil, menghapus, dan mengubah data yang ada di database dengan memanfaatkan interface yang disediakan.

9. Menyediakan interface untuk komunikasi

DBMS menyediakan interface untuk melakukan komunikasi antara database yang satu dengan yang lainnya. Selain itu juga dapat memudahkan komunikasi antara database dengan tool lainnya seperti browser.

10. Manajemen Transaksi

DBMS menyediakan mekanisme dalam mengatur transaksi dan perintah yang disampaikannya untuk memastikan konsistensi data. Sebagai contoh, ketika DBA a mengakses dan melakukan penghapusan Data, pada saat yang bersamaan maka jika ada user yang mengakses data tersebut maka akan di pending sampai data telah terhapus.






Fungsi DBMS Dalam Suatu Sistem

Fungsi DBMS dalam suatu sistem bisa dikatakan sangat vital, bagaimana seluruh sistem menggantungkan kinerjanya pada sebuah DBMS. Jika suatu sistem sedang down, sebenarnya yang menjadi masalah bukan hanya web server atau server aplikasi itu saja, kebanyakan yang bermasalah adalah DBMS itu sendiri. Seorang DBA merupakan orang yang bertugas mengatur dan menjaga database melalui DBMS yang ia kuasai, hal ini termasuk normalisasi database, performance, dan keamanan database.





source : blogging.co.id


DBMS


DBMS adalah?

SMDB adalah?






Database Management Sistem






Apa itu DBMS/SMDB? DBMS(Database Management Sistem)/SMDB(Sistem Manajemen Basis Data) adalah suatu sistem atau perangkat lunakyang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi,sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya.





DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd pada sistem operasi Unix dan Unix-like. File passwd pada umumnya hanya digunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang.








Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :





1. Performa yang dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori





2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam flat file. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.





3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.





4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.





5. Keamanan. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.





Sumber : Wikipedia.com


 
Newbie-Sederhana. Copyright ©2012 | Template by Blogger Templates Designer Published..Blogger Templates